Tampilkan postingan dengan label Faith. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faith. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Allah :)

dari hasnt.tumblr.com, entah ini semacam puisi atau apa tp kata katanya sangat dalam dan maknanya sangat jelas, aku suka
--

Jika kau merasa lelah & tidak berdaya dari usaha yg tampaknya sia-sia, Allah tau betapa keras kau telah berusaha.


Ketika kau sudah menangis sekian lama & hatimu masih terasa pedih, Allah telah menghitung air matamu.


Ketika kau pikir kau sudah mencoba segalanya dan tak tau hendak berbuat apalagi,

Allah dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan,

Allah sdg berbisik padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untk di penuhi serta mimpi untuk digenapi,

Allah telah membuka matamu dan memanggil dgn namamu.

Ingatlah temanku, bahwa dimanapun kau berada..

Allah selalu bersamamu :)

Allah selalu dekat bahkan lebih dekat dari nadi kita, Allah always be there:))

Sabtu, 30 Juli 2011

PAWAI ser-da-du

Serius tarhib kemaren aku ngerasa banget feel-nya. kan kita disuruh pawai dari walkot sampe pesona depok terus balik lagi ke walkot. sumpah euvorianya berasa bangeeeet! sejenak aku ngerasa bangga gitu bisa ikut berkoar koar neriakin semangat ramadhan, seneng banget rasanya.



 

Apalagi aku belum pernah yang namanya demo demo semacam gitu. disatu sisi aku ngerasa jadi serupa mujahid mujahid di arab sana yang terus meneriakkan kebenaran, memang aku belum pernah bisa ikut demo demo yang membela islam, tapi pas tarhib kemaran aku berasa kayak gitu!!!


 


Subhanallah, udah gitu nambah kebanggaan karena kita anak SMANSA, pake jaket rohis yang warna hijau itu:) pake headband yang ada nama sekolah kita tercinta (SMAN 1 DEPOK)
 


ini sekelumit yel yelnya:

(nada chacha marica)
Misi permisi SMANSA mau lewat, kalo gak dikasih urusan jadi gawat!
Misi permisi, SMANSA mau pawai, kami mau pawai untuk sambut Ramadhan

(nada bole chudiyan)
Assalamualaikum ya akhi ukhti
Kami semua dari SMANSA
Kami disini untuk pawai sambut ramadhan
Allahu akbar oh Alllahu akbar
Oh ramadhan ooohh

(nada jagoan-sherina)
Akhi ukhti ayo kita sambut
kita sambut ramadhan yang akan tiba
3 hari lagi!!! 3 hari lagi!!! ramadhan tiba!!!
Ku rindu Ramadhan...
Ramadhan tiba! Alllahu akbar!

(nada 7icon)
Yo yo yo ayo yo yo yo ayo , ayo semua kita sambut ramadhan (3x)


  
Haom seru banget deeh alhamdulillah bisa juga ngerasain pawai, karena taun lalu kan gak ikuut...





pokoknya Ayo terus SEMANGAT untuk melakukan kebaikan:)

Pohon Pohon Ramadhan :3

Kurang lebih 2 minggu yang lalu, aku dan teman teman pergi jaulah ke rumah seorang ustad, beliau adalah  lulusan dari madinah.namanya Ustad Hilman Rosyad.

Kami pergi kesana untuk mendengarkan ceramah dari beliau tentang “Bagaimana mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadhan dan lulus sebagai muttaqin”, kerana menurutku ceramah dari ustad Hilman membuka pikiranku tentang ramadhan, apalagi udah 2 tahun ini aku ngerasa missfeeling sama ramadhan karena aku gak bisa memanajemen waktu dg baik :( akhirnya  rencananya malam ini aku mau posting tentang apa yang aku dapet pas hari itu, tapi aku tadi buka fb dulu terus aku liat ada notip dari ka anti, dan isinya adalah tag note. pas dibuka,, iyaaa haha ka anti buat note sesuatu yang mau aku posting.. jadi alhamdulillah kalo begicu haha. so, aku copas aja dari note ka anti, karena inti yang aku mau share disini kan sama dengan yang ka anti tulis, tapi dengan sedikit perubahan tentunya hehe. semoga bermanfaat :)
so check it out! 

------



Sebenarnya, ibadah dan makan itu ga connect, yang connect itu adalah ibadah dan lapar. Coba bayangkan kalau kita sholat abis makan??  Orientasi yang salah pada kita adalah, bulan puasa adalah BULAN MAKANAN,  karena tau gak banyak banget makanan yang cuma muncul pas ramadhan.. biji salak aja bisa jadi lunak kalo Ramadhan hehehe


Yang harus dijadikan target ibadah di bulan Ramadhan itu adalah SELAIN PUASA karena it’s easy to berbuka di bulan Ramadhan.. kalau lagi hamil, Ust. Hilman menganjurkan untuk tidak puasa, jika dalam perjalanan.


Then, apa sih istimewanya bulan Ramadhan? Ramadhan itu ibarat tanah yang subur. Jika kita ingin memanen buah yang lebat, maka tanamlah pohon sebanyak-banyaknya dan rawatlah ia dengan baik. kan kalo tanah yang subur itu gak kita tanam apa apa mana bisa berbuah manis?  gak ada tanamannya juga so, 



Ada 10 pohon ibadah yang bisa kita tanam di bulan Ramadhan:

1.  Sahur

Inti dari sahur bukanlah makan, tapi terjaga di sepertiga malam. Ada hadis yang menyebutkan bahwa bangunlah, karena pada saat itu Allah akan memberikan keberkahan. Keberkahan apa maksudnya? Kalau bangun kan jadi bisa makan, bisa tilawah, bisa shalat, dzikir, dll. walaupun hanya dengan seteguk air Allah akan kasih kita berkah looh



2. Berbuka (ifthor)

Sunnahnya adalah menyegerakan berbuka sesuai jadwal imsakiyah, bukan berdasarkan radio atau adzan. Rasulullah terbiasa berbuka dengan makan 3 butir kurma dan minum air bening, kemudian shalat maghrib, tilawah dan dzikir sambil menunggu waktu isya, shalat isya, qiyamul lail, kemudian tidur. Subhanalloh ya, ga makan lagi tuh? Ya begitulah, makanya ga ada cerita kalau susah bangun sahur karena pasti bangun karena lapar kan, hehe... Ust. Hilman mengakui gimana kebiasaan kita, intinya jangan berlebihan lah kalau makan...


Menurut ustad hilman,  kalo kita sahur dan berbuka nya udah bener, insyaAllah amalan amalan yang lain juga berjalan dengan baik, so inilah 2 poin utama yang harus kita betulin. berarti kita gak boleh makan berlebihan!


3. Qiyamul lail (QL)

Qiyamul lail itu mendirikan malam, ql itu juga kembarannya puasa, karena siangnya puasa, malamnya qiyamul lail. QL itu sendiri adalah rangkaian shalat sunnah sejak ba’da isya sampai jelang waktu shubuh, dengan 2 rakaat demi 2 rakaat, jumlahnya ganjil. Inti dari QL itu adalah lama & khusyu. Lama karena bacaannya panjang. Pahalamu itu sesuai kelelahanmu. Lama qiyam (berdirinya) Rasulullah saw itu sama dengan lama ruku dan sama dengan lama sujudnya, subhanallah.. kalau kita belum hafal surat yang panjang-panjang, shalatnya sambil baca juga  boleh  lho... sedangkan yang dimaksud dengan tarawih itu adalah shalat diselingi dengan istirahat.



4. Tilawah

Tilawah setiap 1 huruf itu dibalas dengan 10 kebaikan. Sedangkan yang dimaksud dengan tadarus adalah membaca dan menyimak. Intinya, kita harus perbanyak tilawah dari biasanya, kenapa? Ya karena ini bulan Ramadhan... 



5. Dzikir dan doa

Apa yang kita lakukan menjelang berbuka? Ternyata, menjelang berbuka adalah saat-saat istimewa untuk berdoa lho.. coba dibikin list doa aja: doa untuk pribadi, orang tua, teman-teman, umat Islam, dll.

Kalau kita udah menanam pohon-pohon ibadah yang disebut di atas pasti kita capek, maka kita akan bertanya apakah ibadah-ibadah kita itu diterima, maka kita berdoa. Berdoa hanya dilakukan oleh orang-orang yang berbuat!dan waktu yang bagus berdoa adalah salah satunya ketika hendak berbuka, jadi mesti manfaatin waktu waktu itu..

kalau menurut ilmu suluk, manusia itu diciptain dari dua unsur yaitu unsur langit (ruh) dan unsur bumi (makan, minum, birahi, dll) Puasa itu kan mengurangi unsur bumi, kita ga makan, ga minum, sehingga mendekatkan kita dengan unsur langit, jadi saat puasa adalah saat kita semakin dekat dengan Allah, maka kenapa doa kita mudah diijabah Allah..



6. Zakat, infak, shodaqoh (ZIS)

Rasulullah SAW itu menjadi orang yang lebihdermawan di bulan Ramadhan. Gimana caranya? padahal kita tahu nabi muhammad itu kan orang yang sangat dermawan, Ternyataaaa....Kalau kita menanam pohon-pohon ibadah ini, maka otomatis pengeluaran kita akan turun, kita gak makan berlebihan, saving jadi banyak kan, jadi ZIS-nya juga bisa banyak..



7. Memperbanyak amal shalih dan ibadah-ibadah sunnah 



8. Meninggalkan perkara-perkara mubah (boleh) yang tidak bermanfaat, apalagi yang makruh dan haram

main games adalah hal yang dibolehkan ketika ramadhan, tapi kenapa gak sebaiknya kita mengisi waktu dengan hal hal bermanfaat seperti perbanyak dzikir, tilawah, dll karena setiap waktu di bulan ramadhan kan begitu berhargaa..


9. I’tikaf

Yang dimaksud i’tikaf adalah berdiam diri di mesjid dengan niat ibadah. Nilai ibadahnya itu adalah kedatangan kita untuk berdiam diri di mesjid itu, karena untuk komitmen datang ke mesjid itu sulit kan...untuk ibadahnya mau selama apa juga terserah..



10. Mencari malam lailatul qadr

Perintahnya adalah mencari malam lailatul qadr, bukan mendapatkan. Dengan mencari, maka insya Allah kita akan mendapatkan. Mencari dengan tidak tidur, taat, dan tidak berbuat dosa. Pilihan yang mau dilakukan itu beragam terserah kita, misal mau sholat, tilawah, dzikir, diskusi, dll. yang penting sesuai syaranya: terjaga dan tidak melakukan maksiat. tanda tanda kalo dapet lailatulqadar apa? kita capek dan lelah karena semalaman itu kita beribadah pada Allah, waktunya kapan ajaa?  Waktu mencarinya adalah setelah isya sampai fajar di 10 malam terakhir Ramadhan dan tidak harus di mesjid. berarti antara tanggal 21, 23 , 25, 27, 29.

Alhamdulillah akhirnya selese juga sharingnya, semoga bermanfaat ya temans:) 
karena setiap detik ramadhan sangat berharga, maka buatlah ia begitu istimewa, ialah tamu yang mulia :)

SELAMAT DATANG RAMADHAN, one day again to be with you:) i miss you so much! hwaiting ..
 

Minggu, 06 Maret 2011

Wahai Allah Maha Pembolak balik hati, maafkan aku kurang bersyukur padamu



Post kali ini terinspirasi dari cerita sahabatku, dan sepertinya aku juga mengalami hal yang sama dengan dia... hal itu disebabkan karena KURANG BERSYUKUR!
dan memang hari hari belakangan ini merupakan masa masa yang sulit, karena aku menjadi galau-ers, sebenernya aku gak suka setiap ngomomg kata GALAU tapi..

aku merasa dan sangat merasa, ketika aku sedng di atas angin, terkadang aku lupa untuk bersyukur pada Allah, malah cenderung mengeluh! paraaaahhhh....
Ya Allah maafin aku...

terus sekalinya lagi ngerasa drop banget, semuanya serba di bawah... dikasih sakit sama Allah..ahlak lagi gak bagus...., jatohnya jadi males buat ngapangapaian termasuk  terus nilainya jelek, baru deh ngerasa! astagfirullah!

tapi dengan begitu aku jadi sadar, aku gak mau nyeplein apapun, apalagi sombong...
Aku jadi lebih bersyukur, karena Alllah masih sayang dan memperhatikan aku dengan memberi ujian kepadaku, supaya imanku naik tingkat dan berusaha lebih baik.
dengan kunci: selalu bersyukur atas apa yang telah Allah beri kepada kita.

Sungguh Allah itu adalah Maha Pembolak balik hati, oleh karena itu kita jangan sampe terlena oleh suatu keadaaan, tetaplah mengingat Allah dimanapun kita berada:))

Jumat, 07 Januari 2011

The voice

A: kau bilang kau sangat mencintai aku?

B: ya benar aku sangat mencintai dan menyayangimu,teramat sangat

A: kau bohong! kau seorang pembohong besar!

B: tidak aku jujur, aku jujur

A: kau tahu, kalau kau mencintai aku, kau tidak akan membiarkan satu waktu salat pun terlewati, kau tak akan melalaikan tiap salatmu,  kau senantiasa ingin bertemu aku dengan memperbanyak salatmu dengan cara menunaikan salat yang sunah

kalau kau mencintai aku, kau akan selalu mengawali tiap waktu dhuhamu, dan menjaga salat malammu.

Kalau kau mencintai aku, kau akan selalu patuh pada orang tuamu, tiap kau patuh pada perintahnya, kau sama patuhnya juga terhadapku, bila kau membuatnya senang, maka aku senang, karena ridho diriku terletak pada ridho orang tuamu.

kalau kau mencintai aku, kau tidak akan terus menerus mendengarkan musik favoritmu,hingga kau hafal tiap bait dalam liriknya, kau seharusnya mengamalkan Al quran yang jelas jelas berisi pengetahuan dan kebenaran yang nyata.
Apa kamu pikir musik musikmu itu bisa menolongmu? TIDAK! tapi alquran bisa menolongmu! Pernah kah kau berpikir apakah orang yang melantunkan lagu yang kau pujapuja itu peduli terhadapmu, pedulikah ia? TIDAK, tapi aku yang menurunkan Al quran senantiasa memberi perhatian dan peduli terhadapmu!

Kalau kau mencintai aku, kau akan terus menjaga hafalanmu! bukan malah mengahafal lirik lagu, taukah dirimu setiap ayat, setiap huruf yang kau baca akan membuatmu mendapat kebaikan, sedangkan musik yang kau puja itu? Taukah kau bila setiap kau baca kitab ku kau akan menjadi tenang, apakah kau akan mendapatkan ketenangan yang hakiki bila kau terus mendengarkan musik yang kau puja itu?

Kalau kau mencintai aku, sebagai muslimah kau tidak akan rela bila sedetikpun auratmu terbuka, kau akan selalu menjaga jilbabmu. Jilbab untuk hati, perilaku, dan wibawamu.

sudahkah kau mengamalkan semua itu bila kau bilang cinta padaku?

B: (hanya menangis tersedu)

A: sudahkah sayang? bila belum aku akan setia menunggu:)

Rabu, 22 Desember 2010

Kisah Zaid bin Harits berbuka bersama bidadari, mau?





Ya Allah andaikan aku bidadari itu... haha ehmm.. andaikan aku seperti Zaid bin harits?  jadi inget pesen abi yang terus mutermuter di kepala ( jika kamu berusaha untuk mencapai kebahagiaan di akhirat, maka kamu tidak usah mencari kebahagiaan dunia lagi, sebab dunia yang akan mengejarmu) waw .. selamat membaca ....
dakwatuna.com - Hisyam bin Yahya al-Kinaniy berkata, “Kami berperang melawan bangsa Romawi pada tahun 38 H yang dipimpin oleh Maslamah bin Abdul Malik. Dalam pertempuran itu ada di antara kami seorang lelaki yang bernama Sa’id bin Harits yang terkenal banyak beribadah, berpuasa di siang hari, dan shalat di malam hari.

Saya melihat orang itu adalah orang yang sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, baik siang maupun malam hari. Jika dia tidak sedang melakukan shalat atau ketika kami berjalan-jalan bersama, saya lihat dia tidak pernah lepas dari berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an.

Pada suatu malam ketika kami melakukan pergantian jaga (saat mengepung benteng Romawi), sungguh saat itu kami dibuat bingung olehnya. Saat itu saya katakan kepadanya, ‘Tidurlah sebentar karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi pada musuh. Jika terjadi sesuatu agar nantinya kamu dalam keadaan siaga.’

Lalu dia tidur di sebelah tenda sedangkan saya berdiri di tempatku berjaga. Di saat itu saya mendengar Said berbicara dan tertawa, lalu mengulurkan tangan kanannya seolah-olah mengambil sesuatu kemudian mengembalikan tangannya sambil tertawa. Kemudian ia berkata, ‘Semalam.’ Setelah berkata seperti itu tiba-tiba ia melompat dari tidurnya dan terbangun dan bergegaslah dia bertahlil, bertakbir, dan bertahmid.

Lalu saya bertanya kepadanya, ‘Bagus sekali, wahai Abul Walid (panggilan Sa’id), sungguh saya telah melihat keanehan pada malam ini. Ceritakanlah apa yang kau lihat dalam tidurmu.’

Dia berkata, ‘Aku melihat ada dua orang yang belum pernah aku lihat kesempurnaan sebelumnya pada selain diri mereka berdua. Mereka berkata kepadaku, ‘Wahai Sa’id, berbahagialah, sesungguhnya Allah swt. telah mengampuni dosa-dosamu, memberkati usahamu, menerima amalmu, dan mengabulkan doamu. Pergilah bersama kami agar kami menunjukkan kepadamu kenikmatan-kenikmatan apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.’

Tak henti-hentinya Sa’id menceritakan apa-apa yang dilihatnya, mulai dari istana-istana, para bidadari, hingga tempat tidur yang di atasnya ada seorang bidadari yagn tubuhnya bagaikan mutiara yang tersimpan di dalamnya. Bidadari itu berkata kepadanya, “Sudah lama kami menunggu kehadiranmu.” Lalu aku berkata kepadanya, “Di mana aku?” Dia menjawab, “Di surga Ma’wa.” Aku bertanya lagi, “Siapa kamu?” Dia menjawab, “Aku adalah istrimu untuk selamanya.”

Sa’id melanjutkan ceritanya. “Kemudian aku ulurkan tanganku untuk menyentuhnya. Akan tetapi dia menolak dengan lembut sambil berkata, ‘Untuk saat ini jangan dulu, karena engkau akan kembali ke dunia.’ Aku berkata kepadanya, “Aku tidak mau kembali.” Lalu dia berkata, “Hal itu adalah keharusan, kamu akan tinggal di sana selama tiga hari, lalu kamu akan berbuka puasa bersama kami pada malam ketiga, insya Allah.”

Lalu aku berkata, “Semalam, semalam.” Dia menjawab, “Hal itu adalah semua kepastian.” Kemudian aku bangkit dari hadapannya, dan aku melompat karena dia berdiri, dan saya terbangun.

Hisyam berkata, “Bersyukurlah kepada Allah, wahai saudaraku, karenaDia telah memperlihatkan pahala dari amalmu.” Lalu dia berkata, “Apakah ada orang lain yang bermimpi seperti mimpiku itu?” Saya menjawab, “Tidak ada.” Dia berkata, “Dengan nama Allah, aku meminta kepadamu untuk merahasiakan hal ini selama aku masih hidup.” Saya katakan kepadanya, “Baiklah.”

Lalu Sa’id keluar di siang hari untuk berperang sambil berpuasa, dan di malam hari ia melakukan shalat malam sambil menangis. Sampai tiba saatnya, dan sampailah malam ketiga. Dia masih saja berperang melawan musuh, dia membabat musuh-musuhnya tanpa sekalipun terluka. Sedangkan saya mengawasinya dari kejauhan karena saya tidam mampu mendekatinya. Sampai pada saat matahari menjelang terbenam, seorang lelaki melemparkan panahnya dari atas benteng dan tepat mengenai tenggorokannya. Kemudian dia jatuh tersungkur, lalu dengan segera aku mendekati dia dan berkata kepadanya, “Selamat atas buka malammu, seandainya aku bisa bersamamu, seandainya….”

Lalu ia menggigit bibir bawahnya sambil memberi isyarat kepadaku dengan tersenyum. Seolah-olah dia berharap ‘Rahasiakanlah ceritaku itu hingga aku meninggal’. Kemudian dari bibirnya keluar kata-kata, “Segala puji bagi Allah yang telah menepati janjiNya kepada kami.” Maka demi Allah, dia tidak berucap kata-kata selain itu sampai dia meninggal.

Kemudian saya berteriak dengan suaraku yang paling keras, “Wahai hamba-hamba Allah, hendaklah kalian semua melakukan amalan untuk hal seperti ini,” dan aku ceritakan tentang kejadian tersebut. Dan orang-orang membicarakan tentang kisah itu dan mereka satu sama lain saling memberikan teguran dan nasihat. Lalu pada pagi harinya mereka bergegas menuju benteng dengan niat yagn tulus dan dengan hati yang penuh kerinduan kepada Allah swt. Dan sebelum berlalunya waktu Dhuha benteng sudah bisa dikuasai berkat seorang lelaki saleh itu, yaitu Sa’id bin Harits.
.

Tidak ada kata Istirahat untuk Rasulullah, kalo kita ?

Kawan, sadarkah bila kita selalu mengeluh? bila kita selalu saja menggerutu terhadap apapun yang menuurut kita sebagai pekerjaan yang berat? padahal pekerjaan berat yang kita lakukan gak sebanding dengan yang rasulullah alami, tapi beliau gak pernah mengeluh. coba baca artikel di bawah deh, biar kita tambah berasa perjuangan rasul yang gak ada matinya dalam menembus gelap untuk terus menembus fajar.Karena surga bukan sesuatu yang dihadiahkan begitu saja!

dakwatuna.com - Madinah dikepung tentara gabungan kabilah-kabilah Arab. Kabilah Quraisy beraliansi dengan kabilah Ghathfan, kabilah Asad, kabilah Asyja’, kabilah Salim, dan kabilah Murrah. Pasukan sekutu (Ahzab) ini ingin memukul kekuatan kaum muslimin Madinah dengan satu serangan yang menghancurkan untuk selama-lamanya.

Pada tanggal 8 Dzulqa’idah 5 Hijriah atau sekitar April 627 Masehi, tentara Ahzab itu mendekati Kota Madinah. Gerakan mereka terhenti karena di celah antara dua gunung yang menjadi pintu masuk Madinah telah menganga parit pertahanan yang tidak bisa dilompati kuda-kuda mereka.

Perang pun berubah menjadi perang adu daya tahan. Pasukan aliansi musyrikin Arab mengepung Madinah. Tentara Rasulullah saw., kaum muslimin, bertahan di belakang garis parit (Khandaq) yang mereka bangun. Lima belas hari lamanya perang daya tahan ini berlangsung. Sepuluh ribu tentara musyrikin Arab menunggu-nunggu kelengahan tiga ribu tentara muslimin di balik parit pertahanan mereka. Mereka secara berkala menggempur titik-titik pertahanan yang terlihat lemah.

Parit. Ini teknik perang gaya baru bagi dunia Arab saat itu. Salman Al-Farisi yang mengusulkan teknik perang bertahan itu. Tapi, membangun parit pertahanan yang lebar, panjang, dan dalam bukan perkara mudah. Berat. Melelahkan. Apalagi waktunya pendek. Harus sudah selesai sebelum pasukan musuh tiba.

Rasulullah saw. memimpin langsung penggalian parit itu. Seluruh penduduk Madinah dikerahkan. Rasulullah saw. membangun parit di sebelah Utara kota Madinah di antara dua pegunungan batu yang membentengi Madinah hampir di segala sisi, kecuali di bagian Tenggara kota. Rasulullah saw. sengaja tidak menggali parit di bagian ini. Itu pintu masuk Yahudi Bani Quraizhah ke kota Madinah.

Rasulullah saw. memang telah memperkirakan Bani Quraizhah suatu saat akan berkhianat. Namun Rasulullah saw. tetap berprasangka baik dan berpegang teguh pada Piagam Madinah yang ikut disepakati Bani Quraizhah. Dalam piagam itu, pihak-pihak yang membuat perjanjian sepakat untuk bahu-membahu mempertahankan kota Madinah dari serangan luar. Namun kemudian yang terjadi sebaliknya. Di perang ini Bani Quraizhah berkhianat.

Duh, sungguh berat sekali perang yang harus dihadapi Rasulullah saw. kali ini. Musuh ada di dua front. Tenaga dan pikiran Rasulullah saw. pasti terkuras habis. Al-Waqidi menggambarkan betapa lelahnya Rasulullah saw. Ia mendapat sanad yang berujung kepada Abu Waqid Al-Laitsi, seorang sahabat yang ikut dalam Perang Khandaq.

Abu Waqid Al-Laitsi bercerita, “Pada hari itu, kaum muslimin berjumlah tiga ribu orang. Aku melihat Rasulullah saw. sekali-kali menggali tanah dengan menggunakan cangkul, ikut menggali tanah dengan menggunakan sekop, serta ikut memikul keranjang yang diisi tanah. Suatu siang, sungguh aku melihat beliau dalam keadaan sangat lelah. Beliau lalu duduk dan menyandarkan bagian rusuk kirinya pada sebuah batu, kemudian tertidur. Aku melihat Abu Bakar dan Umar berdiri di belakang kepalanya menghadap orang-orang yang lewat agar mereka tidak mengganggu beliau yang sedang tidur. Pada waktu itu aku dekat pada beliau. Beliau kaget dan bangun terperanjat dari tidurnya, lalu berkata, ‘Mengapa kalian tidak membangunkan aku?’ Kemudian beliau mengambil kapak yang akan beliau gunakan untuk mencangkul, lalu beliau berdoa, ‘Ya Allah, ya Tuhanku, tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat. Maka, muliakanlah kaum Anshar dan wanita yang hijrah.’”

Tampaknya perang memang tidak mengizinkan Rasulullah saw. beristirahat. Ummu Salamah, istri Rasulullah, yang ikut berkemah di Markas Komando di Gunung Salah’, nama gunung di sebelah Utara Madinah, bercerita, “Demi Allah, aku berada di tengah kelamnya malam di kemah Rasulullah saw. Beliau sedang tidur sampai aku mendengar suara yang mengejutkan. Aku mendengar orang berteriak, ‘Yaa khailallah (wahai pasukan kuda Allah)! Rasulullah saw. menjadikan sebutan itu sebagai syiar panggilan Muhajirin: Ya kahilallah! Rasulullah saw. pun kaget mendengar suara orang itu, kemudian beliau keluar dari kemahnya.

Tiba-tiba ada sekelompok orang berjaga di depan kemah beliau. Salah seorang di antara mereka itu adalah Abbad bin Basyar. Beliau bertanya, ‘Ada apa dengan orang-orang?’ Abbad menjawab, ‘Ya Rasulullah, itu suara Umar bin Khaththab, malam ini gilirannya berseru, Ya khailallah.’ Orang-orang berkumpul kepadanya mengarah pada sebuah tempat di Madinah bernama Hunaikah di antara Dzahhab dan Masjid Al-Fath. Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada Abbad bin Basyar, ‘Pergilah ke sana dan lihat, kemudian kembali lagi kepadaku, insya Allah, dan ceritakan keadaan yang terjadi di sana!’”

Ummu Salamah berkata, “Aku berdiri di dekat pintu kemah mendengarkan semua yang mereka bicarakan. Rasulullah saw. terus berdiri hingga Abbad bin Basyar datang, lalu ia berkata, ‘Ya Rasulullah, itu Amar bin Abd di kuda kaum musyrikin, ikut bersamanya Mas’ud bin Rujanah bin Raits bin Ghathfan di kuda Ghathfan, dan kaum muslimin melemparnya dengan lembing dan batu.’”

Ummu Salamah kemudian berkata, “Lalu Rasulullah saw. masuk ke dalam kemah dan memakai baju perangnya, kemudian beliau menunggang kuda perangnya diikuti para sahabatnya hingga sampai di tempat peperangan. Tidak lama setelah itu, beliau datang dalam keadaan gembira dan berkata, ‘Allah telah memalingkan mereka dan mereka banyak yang cidera.’”

Ummu Salamah berkata, “Setelah itu beliau tidur hingga aku mendengarkan suara dengkurannya. Aku mendengar pula suara lain yang mengejutkan, maka beliau terperanjat kaget dan memanggil dengan suara keras, ‘Ya Abbad bin Basyar!’ Abbad menjawab, ‘Labbaik (aku menyambut seruanmu)! Beliau berkata, ‘Lihat apa itu!’ Abbad bin Basyar pun langsung pergi, kemudian kembali dan berkata, ‘Itu Dharar bin Al-Khaththab ikut dalam pasukan berkuda kaum musyrikin dan ikut bersamanya Uyainah bin Hishn pada pasukan berkuda Ghathfan di Gunung Bani Ubaid. Kaum muslimin melempari mereka dengan batu dan lembing.’ Maka Rasulullah saw. berdiri memakai baju perangnya dan menunggang kudanya, kemudian berangkat dengan para sahabatnya menuju tempat peperangan tersebut. Beliau tidak kembali kepada kami hinggga menjelang waktu subuh. Setelah datang beliau berkata, ‘Mereka kembali dalam keadaan kalah dan banyak di antara mereka yang cidera.’ Kemudian beliau shalat subuh dengan para sahabatnya.

Ummu Salamah juga berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah saw. menyaksikan peperangan yang di dalamnya banyak yang terbunuh dan menakutkan, yaitu Al-Muraisi’ dan Khaibar. Kami pun pernah ikut dalam peperangan Hudaibiyah. Dalam peperangan Fathu Mekkah dan Hunain, tidak ada yang lebih melelahkan bagi Rasulullah saw. dan tidak pula yang lebih menakutkan bagi kami daripada peperangan Khandaq, karena pada waktu itu kaum muslimin menghadapi semacam kesulitan dan Bani Quraizhah tidak bisa kami amankan terhadap Adz-Dzraari. Madinah dijaga hingga pagi. Takbir kaum muslimin terdengar hingga pagi karena gentingnya dan mereka tidak memperoleh keberuntungan apa pun. Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan dan Allah-lah yang mengirimkan angin dan malaikat kepada mereka. Sesungguhnya, Allah Mahakuat dan Maha Perkasa.”

Duh, sungguh peperangan di Perang Khandaq menguras tenaga Rasulullah saw. Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Sesungguhnya aku melihat Sa’ad bin Abi Waqqash di suatu malam, sedang kami berada di Khandaq, menyaksikan . Dan aku masih benar-benar menyukai tempat itu.”

Aisyah berkata, “Rasulullah saw. selalu pergi menjaga lubang di Khandaq sehingga apabila beliau kedinginan, beliau datang kepadaku. Lalu aku hangatkan dalam pelukanku. Apabila beliau telah hangat, beliau keluar lagi menjaga lubang itu. Beliau berkata, ‘Aku tidak khawatir terhadap kedatangan orang-orang (musuh), tetapi aku khawatir mereka datang sementara aku tidak berada di lubang itu.’ Setelah Rasulullah saw. berada dalam pelukanku dan telah hangat, beliua berkata, ‘Andainya ada orang yang saleh menjagaku.’”

Aisyah berkata, “Hingga aku mendengar suara sejata dan bunyi gesekan pedang.” Lalu Rasulullah saw. berkata, “Siapa itu?” “Sa’ad bin Abi Waqqash.” Beliau berkata, “Jagalah lubang itu.” Aisyah berkata, “Rasulullah saw. lalu tertidur hingga aku mendengar dengkurannya.”

Hari demi hari berlalu. Pengepungan masih berlanjut. Angin dingin bertiup kencang. Medan perang semakin berat. Apalagi untuk pria paruh baya seperti Rasulullah saw. Dalam usia 57 tahun, tubuh Rasulullah saw. harus selalu siap siaga berjaga dan siap berperang setiap waktu. Beliau selalu bergerak cepat dari satu titik pertahanan ke titik pertahanan lain yang mendapat gempuran musuh. Serangan itu terjadi kapan pun tak kenal waktu. Siang dan malam. Rasulullah saw. hampir-hampir tidak bisa tidur selama peperangan berkecamuk. Rasulullah saw. adalah manusia biasa. Tubuhnya lelah. Kelelahan yang tiada tara. Tidak ada waktu istirahat untuk Rasulullah saw. Tidak ada.

jujur, setiap denger ceritta apa aja yang mengenai  rasulullah, maluuuu banget. Beliau yang begitu capeknya, hebatnya , bahkan tidak pernah ada kata mengeluh dan istirahat! andaikan rasulullah disini sekarang, bagaimana ya?

maaf ya rasul kami belum bisa untuk menjadi seseorang sepertimu, tapi kami akan mencoba terus dan mencoba hingga pada akhir hayat kami. i love Rasulullah